JEPARA – Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) berkomitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDGs ketiga yaitu kesehatan dan Kesejateraan (Good Health and Well-being).
Dukungan ditunjukkan melalui Pengabdian Masyarakat berupa Pelatihan Kader Kesehatan, di Jepara, Rabu (4/2/2026).
Ketua Pengabdian Masyarakat, Fatikhu Yatuni Asmara MSc, Kamis (5/2/2026) menjelaskan, acara itu merupakan implementasi Program Equity Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang dilaksanakan oleh Dosen dan Alumni Keperawatan Undip.
Kegiatan ditujukan bagi kader kesehatan di Desa Teluk Awur, Desa Semat, dan Desa Demangan, Kabupaten Jepara.
Fatikhu Yatuni Asmara menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kader kesehatan semakin terampil dalam melakukan skrining dan stimulasi tumbuh kembang anak, sehingga upaya promotif dan preventif dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, sejalan dengan target SDGs,” kata dia.
Ditambahkan, sebanyak 36 kader kesehatan mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung kesehatan anak di tingkat masyarakat tersebut.
”Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman kader mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, serta skrining dan stimulasi tumbuh kembang anak sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masalah tumbuh kembang sejak usia dini,” paparnya.
Pelatihan ini menghadirkan Dosen Keperawatan Undip sebagai narasumber dengan kompetensi di bidang keperawatan anak dan keperawatan komunitas.
Adapun narasumber dan materi yang disampaikan meliputi Dr Meira Erawati MSi Med dengan materi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak beserta Penyimpangannya, Lut Fika Daru Azmi MKep menyampaikan Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dan Dr Elsa Naviati MKep SpAN membawakan Deteksi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.
Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, serta praktik sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh kader kesehatan dalam kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan masyarakat di desa.
Kegiatan pelatihan diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas yang diwakili oleh dr. Helmi Dwi Kurniawan.
Dalam sambutannya, dr Helmi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Diponegoro dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas.
“Peran kader kesehatan sangat strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Pelatihan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kemampuan kader, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Salah satu kader kesehatan peserta pelatihan menyampaikan testimoni positif terkait manfaat kegiatan.
“Materi yang diberikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Kami jadi lebih percaya diri dalam melakukan skrining dan memberikan stimulasi tumbuh kembang anak di posyandu,” ungkap salah satu kader dari Desa Semat.
Melalui kegiatan ini, Departemen Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan program Pengabdian Masyarakat yang kolaboratif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. **
Catatan: Berita tersebut dipublikasikan di Suara Merdeka